banner 728x250

GAWAT !!! Disebut Hoaks, Dugaan Kapolres Kampar Pengguna Narkotika jenis Sabu Sabu, Berita Hilang, Menuai Sorotan

Kampar, Eradigitalnews.com : Gelombang pertanyaan publik terus menguat setelah pemberitaan dugaan keterlibatan AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang, S.I.K dalam penyalahgunaan narkotika jenis sabu mendadak hilang dari salah satu media online. Ironisnya, hingga kini belum terlihat adanya langkah klarifikasi terbuka maupun pembuktian objektif untuk menjawab isu yang sudah terlanjur menyita perhatian masyarakat luas. (18/5/2026)

“Itu berita hoax, tidak ada konfirmasi”, ucap Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang, S.I.K

Diwaktu terpisah, wartawan yang menayangkan berita dugaan Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang, S.I.K menggunakan narkotika jenis sabu mengungkapkan bahwa berita tersebut di arsip kan atas permintaan Kasat Reskrim Polres Kampar:

“Beritanya di arsip kan. Kasat nelp kita dan minta agar berita nya di amankan”.

Namun publik mempertanyakan, jika memang tuduhan itu tidak benar, mengapa tidak ditempuh langkah transparan dengan membuka hasil pemeriksaan resmi seperti tes urine, tes darah, maupun tes rambut secara terbuka?

Di sisi lain, sikap diam Polda Riau turut menjadi sorotan tajam. Sebab sebelumnya Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan pernah menyampaikan komitmen untuk melakukan “bersih-bersih” internal terhadap penyalahgunaan narkotika di tubuh kepolisian.

Namun ketika isu sensitif itu menyeret nama pejabat penting di wilayah hukumnya sendiri, respons tegas justru belum terlihat.

Media juga telah mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak Kepolisian Daerah Riau melalui Humas Polda Riau terkait hilangnya berita tersebut serta langkah yang akan diambil institusi atas isu yang berkembang. Akan tetapi hingga berita ini diterbitkan, belum ada jawaban maupun klarifikasi resmi yang diberikan.

Situasi ini memunculkan persepsi negatif di tengah masyarakat. Publik mulai mempertanyakan apakah semangat pemberantasan narkoba benar-benar ditegakkan secara menyeluruh atau hanya berlaku kepada pihak tertentu saja.

“Sama-sama kita lihat ajalah bang. Asas keadilan sama rata atau justru tumpul ke atas”, ucap masyarakat.

Pendapat serupa juga disampaikan salah seorang aktivis mahasiswa di Riau. Ia menilai hilangnya pemberitaan tanpa penjelasan resmi dapat memunculkan krisis kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

“Jangan sampai slogan perang terhadap narkoba hanya keras ke masyarakat kecil, tapi melemah ketika isu menyentuh internal sendiri. Publik butuh ketegasan, bukan sekadar diam,” katanya.

Dalam persoalan sebesar ini, diam bukanlah jawaban. Ketika pemberitaan hilang, klarifikasi tak kunjung muncul, dan institusi memilih bungkam, maka ruang kecurigaan publik akan semakin membesar.

Sebab kepercayaan masyarakat tidak dibangun lewat penyangkalan singkat, melainkan lewat keberanian membuka fakta secara terang-benderang tanpa ada yang ditutupi.

 

Bersambung***(Tim*)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *