banner 728x250

Bina Muda Pekanbaru Borong 14 Emas dan Dua Gelar Juara Umum di Medan, Advokat Ahmad Yusuf: Jangan Biarkan Atlet Berprestasi Berjuang Sendirian!

PEKANBARU, Eradigitalnews.com :  Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Klub Sepatu Roda Bina Muda Pekanbaru.Klub asal Provinsi Riau ini sukses memborong 25 medali, terdiri dari 14 emas, 3 perak, dan 8 perunggu, sekaligus meraih dua gelar juara umum dalam Kejuaraan Nasional MIS Open 2026 Piala Gubernur Sumatera Utara yang berlangsung di Medan pada 23–25 Oktober 2026.  Jumat (30/10/26)

Bina Muda Pekanbaru berhasil meraih Juara Umum I Kategori Standar dengan perolehan 7 emas dan 4 perunggu, serta Juara Umum III Kategori Speed dengan 7 emas, 3 perak, dan 4 perunggu.

Tidak hanya membanggakan secara tim, empat atlet Bina Muda Pekanbaru juga meraih predikat Most Valuable Player (MVP), yakni Aura Latisha Aquina dan Haura Humaira Putri Resky pada kategori speed, serta Arka Faturrahman Alif dan Alesha Queenara pada kategori standar.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa atlet-atlet muda Pekanbaru memiliki kemampuan dan semangat juang untuk bersaing di tingkat nasional.

Pelatih Bina Muda Pekanbaru, Khairul Minan, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas perjuangan para atlet. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil pembinaan yang konsisten, kedisiplinan, kerja keras, serta dukungan penuh orang tua.

Bahkan, perolehan tujuh medali emas pada kategori standar berhasil melampaui target awal enam medali emas yang ditetapkan tim pelatih.

Khairul berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan berikutnya.

Ahmad Yusuf: Saya Bangga Menjadi Bagian dari Bina Muda Pekanbaru

Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari Advokat Ahmad Yusuf, S.H., C.SH., C.MK., selaku Pengurus Bidang Hukum Klub Sepatu Roda Bina Muda Pekanbaru sekaligus Managing Partner Kantor Advokat & Konsultan Hukum Ahmad Yusuf, S.H. & Rekan (LAW FIRM AY LAWYERS).

“Sebagai bagian dari keluarga besar Bina Muda Pekanbaru, saya merasa sangat bangga atas perjuangan anak-anak hebat ini. Mereka bukan hanya membawa pulang medali emas, tetapi juga membawa nama baik Kota Pekanbaru dan Provinsi Riau. Prestasi ini adalah kebanggaan kita bersama,” ujar Ahmad Yusuf.

Menurutnya, keberhasilan para atlet tidak datang secara instan, melainkan melalui latihan panjang, kedisiplinan, pengorbanan, dan dukungan seluruh pihak.

“Jangan hanya melihat medali emas yang mereka bawa pulang. Lihatlah perjuangan di baliknya. Ada anak-anak yang terus berlatih, ada pelatih yang tidak mengenal lelah, dan ada orang tua yang terus berkorban demi masa depan anak-anaknya. Perjuangan seperti ini patut mendapat penghargaan dan dukungan nyata,” tegasnya.

Salut kepada Pelatih Khairul Minan, Sosok di Balik Lahirnya Atlet Juara

Ahmad Yusuf secara khusus menyampaikan penghargaan dan rasa salut kepada Pelatih Bina Muda Pekanbaru, Khairul Minan, atas dedikasi dan kerja kerasnya dalam membina atlet-atlet muda hingga mampu meraih prestasi nasional.

“Saya sangat salut kepada Pelatih Khairul Minan. Tidak mudah mendidik dan membimbing anak-anak hingga mampu menjadi juara nasional. Dibutuhkan kesabaran, ketulusan, pengorbanan waktu, tenaga, serta tanggung jawab yang besar. Pelatih seperti ini patut mendapatkan apresiasi dan dukungan,” ungkapnya.

Menurut Ahmad Yusuf, tugas seorang pelatih bukan sekadar mengajarkan teknik olahraga, melainkan juga membentuk karakter, kedisiplinan, kepercayaan diri, dan mental juara.

“Medali emas adalah hasil perjuangan, tetapi keberhasilan membentuk anak-anak menjadi generasi yang disiplin, tangguh, dan berkarakter merupakan prestasi yang jauh lebih berharga. Terima kasih kepada Khairul Minan dan seluruh tim pelatih Bina Muda Pekanbaru,” tambahnya.

Ahmad Yusuf Tegaskan Dukungan dan Komitmen untuk Kemajuan Klub

Dalam kapasitasnya sebagai Pengurus Bidang Hukum Bina Muda Pekanbaru, Ahmad Yusuf menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan organisasi, perlindungan kepentingan atlet, serta keberlangsungan kegiatan pembinaan sesuai kewenangan dan ketentuan hukum yang berlaku.

“Bagi kami, menjadi bagian dari pengurus Bina Muda Pekanbaru bukan sekadar mencantumkan nama dalam struktur organisasi. Ada tanggung jawab moral untuk ikut mendukung perjuangan anak-anak ini. Kami ingin hadir bukan hanya ketika mereka menjadi juara, tetapi juga dalam proses perjalanan mereka menuju prestasi,” ujarnya.

Sebagai advokat, Ahmad Yusuf menyatakan kesiapan memberikan kontribusi melalui keahlian hukumnya guna mendukung tata kelola organisasi yang baik dan perlindungan kepentingan seluruh keluarga besar klub.

“Kami siap berkontribusi dan memberikan pendampingan hukum sesuai kapasitas kami. Harapan kami, Bina Muda Pekanbaru semakin kuat sebagai organisasi olahraga, sehingga pelatih, pengurus, dan atlet dapat terus fokus mengembangkan prestasi,” jelasnya.

Harapan kepada Pemko Pekanbaru dan Pemprov Riau: Prestasi Sudah Dibuktikan, Saatnya Dukungan Nyata

Ahmad Yusuf berharap keberhasilan Bina Muda Pekanbaru meraih 14 medali emas dan dua gelar juara umum menjadi momentum untuk meningkatkan perhatian Pemerintah Kota Pekanbaru dan Pemerintah Provinsi Riau terhadap pembinaan atlet muda.

“Anak-anak Bina Muda Pekanbaru telah membuktikan kemampuan mereka. Mereka berjuang membawa nama daerah dan berhasil menjadi juara nasional. Kami berharap prestasi ini mendapat perhatian pemerintah, bukan sekadar melalui ucapan selamat, tetapi juga dukungan nyata untuk masa depan mereka,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat membuka ruang komunikasi dan kerja sama dalam mendukung penyediaan fasilitas latihan yang memadai, pembinaan berkelanjutan, pengembangan kemampuan atlet, serta kesempatan mengikuti kompetisi nasional maupun internasional.

“Jangan hanya bangga ketika mereka menjadi juara. Hadirlah ketika mereka berlatih, ketika mereka berjuang, dan ketika mereka membutuhkan dukungan. Jangan biarkan anak-anak yang sedang mengharumkan nama daerah merasa berjuang sendirian,” tegas Ahmad Yusuf.

Ia menekankan bahwa harapan tersebut bukan bentuk tuntutan keistimewaan, melainkan ajakan membangun sinergi demi kemajuan olahraga dan masa depan generasi muda Riau.

“Kami tidak meminta keistimewaan. Kami hanya berharap ada kepedulian dan kesempatan yang adil bagi anak-anak berprestasi untuk berkembang. Jika hari ini mereka mampu menjadi juara nasional, dengan dukungan yang semakin baik, insyaallah mereka juga memiliki peluang untuk mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional,” tambahnya.

Apresiasi Orang Tua dan Pengurus: Kemenangan Ini Milik Kita Bersama

Ahmad Yusuf juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh orang tua dan jajaran pengurus Bina Muda Pekanbaru yang selama ini memberikan dukungan kepada para atlet.

Menurutnya, keberhasilan anak-anak tidak terlepas dari pengorbanan keluarga yang menyediakan waktu, tenaga, pikiran, dan biaya demi mendampingi latihan maupun mengikuti pertandingan.

“Di balik anak-anak yang menjadi juara, ada orang tua yang tidak pernah lelah memberikan dukungan. Ada pengurus yang bekerja menjaga keberlangsungan klub dan pelatih yang terus mendampingi proses pembinaan. Kemenangan ini bukan milik satu orang, melainkan keberhasilan seluruh keluarga besar Bina Muda Pekanbaru,” ujarnya.

Ahmad Yusuf juga mengajak dunia usaha, masyarakat, serta para pemangku kepentingan olahraga untuk ikut berpartisipasi mendukung pembinaan atlet muda.

“Kami berharap semakin banyak pihak yang peduli. Sebab membangun atlet berprestasi tidak cukup hanya dengan semangat, tetapi juga membutuhkan kebersamaan, fasilitas, pembinaan, dan kesempatan untuk terus berkembang,” katanya.

Ahmad Yusuf: Bina Muda Bukan Hanya Mengejar Medali, tetapi Membangun Masa Depan Generasi Riau

Menutup keterangannya, Ahmad Yusuf kembali menyampaikan rasa bangga kepada seluruh atlet, Pelatih Khairul Minan, jajaran pelatih, pengurus, dan orang tua yang telah berjuang membawa nama baik daerah.

“Kami bangga menjadi bagian dari keluarga besar Bina Muda Pekanbaru. Kami salut kepada Pelatih Khairul Minan dan seluruh pihak yang telah berjuang. Insyaallah, sepanjang ada kesempatan dan kemampuan, kami akan terus memberikan dukungan demi kemajuan klub dan masa depan para atlet,” ungkapnya.

“Harapan kami sederhana, jangan biarkan semangat anak-anak ini berhenti karena kurangnya dukungan. Mari bersama-sama menjaga mimpi mereka. Sebab Bina Muda Pekanbaru bukan hanya sedang mengejar medali emas, tetapi juga sedang membangun masa depan generasi muda Riau.”

“Teruslah melaju, teruslah berprestasi, dan jangan pernah berhenti bermimpi besar. BINA MUDA PEKANBARU, JUARA! JUARA! JUARA!” pungkas Ahmad Yusuf. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *