banner 728x250

SERAPAN ANGGARAN DISDIK 447 MILIAR MAMPUKAH … ??? ATASI GEDUNG SEKOLAH RUSAK DAN ROBOH

Sukabumi, Eradigitalnews.com : Keterbatasan anggaran menjadi persoalan pelik pemerintah kabupaten sukabumi, mengejar percepatan pembangunan, tak sedikit praktisi dan masyarakat mengkritisi lambannya kinerja birokrat memberikan pelayanan, terutama di sektor pembangunan infrastruktur jalan dan pendidikan, sebagaimana diberitakan media ini sebelumnya.

Tingkat kepuasan masyarakat setahun kepemimpinan Asep Japar dinilai beberapa pihak masih sangat rendah, meski belum ada data analisis tingkat kepuasan masyarakat menyoal kinerja Bupati Sukabumi. Tentu persoalan ini seyogyanya jadi perhatian serius.

Media ini mencatat mahasiswa melakukan kritisi turun kejalan dan mendatangi gedung DPRD menyampaikan aspirasi dan menuntut Bupati serius dan transparan dalam pengelolaan anggaran, mahaiswa menyoalkan anggaran rapat, jalan, lingkungan, buruh dan pendidikan. Dimedia sosial masalah infrastruktur jalan rusak jadi ‘treding topic’ , menghiasi kanal tiktok, YouTube, dan facebook. Sebut saja salah satunya kanal Hendri Hasibuan. Dalam interaksi kanal tersebut menyebutkan Asep Japar dengan istilah ‘Ngopi wae’, belum diketahui pasti defenisi istilah ngopi yang dimaksud, apakah mengambarkan prilaku atau kinerja.

Dalam beberapa pertemuan Asep Japar menyampaikan permohonan maaf atas capaian kinerja beliau kurun waktu satu tahun. Asjap tidak menepis apa yang menjadi keluhan masyarakat. Namun perlu dicatat persoalan masalah Pendidikan kini juga mulai menuai sorotan berbagai kalangan masyarakat, praktisi, dan LSM. dikarenakan kurang tanggap menyiapkan sarana prasarana pendukung mengatasi persoalan Pendidikan.

Persoalan ini timbut akibat masih banyak gedung sekolah yang kondisinya memprihatinkan belum dilakukan perbaikan, bahkan kondisi gedung sudah berusia cukup tua dan lapuk, tapi masih digunakan sebagai sarana belajar mengajar, bahkan rawan roboh, dan dapat menimbulkan korban.

Ade Ketua DPC LSM Laskar Komando Rakyat, kepada awak media menyampaikan, telah banyak terjadi sekolah sekolah yang tidak layak masih dipakai dan roboh. “ siswa belajar bagunan mau ambruk, coba anda bayangkan.” ketusnya..

Dinas pendidkan lamban melakukan antisipasi, setelah terjadi musibah baru berpikir cari dana memperbaiki bagunan roboh, “ seharusnya, mereka sudah memiliki data menyiapkan anggaran untuk tahun kedepan, bukan cuma menyiapkan anggaran untuk biaya rapat, seremonial dan bintek. Sedang siswa dan orangtua was was anaknya disekolah nanti bagaimana, contoh kasus gedung SMPN 3 Pabuaran kemaren ambruk, bagusnya tidak ada korban, coba kalau ada korban miriskan.” ketusnya.

Persoalannya, kini berapa serius dinas pendidikan melakukan perbaikan gedung sekolah, jangan seperti Asjap alasan minim anggaran, bisa tuntas tidak tahun ini sekolah yang rusak diperbaiki. Sehingga layak dan memberi rasa aman siswa.

APBD 2026 Rp.4,1 triliun, hanya dikisaran 11-12% diposkan ke dinas pendidikan sebesar Rp. 447 miliar. Tak sedikit penggunaan anggaran digunakan untuk kegiatan rapat, makan minum, bintek, dan lainnya.

Dari catatan media ini dan penelusuran berbagai sumber sedikitnya 46,6% gedung sekolah yang mengalami kerusakan dari total 8.415 ruang kelas 3.921 kondisi rusak.

Lantas apakah mampu dinas pendidikan menuntaskan perbaikan sekolah yang rusak, dengan anggaran yang tersedia ?. Selain itu program dinas pendidikan saat ini lebih fokus meningkatkan SDM tenaga pengajar dan Sertifikasi Guru. “ kalau anggaran tidak cukup, trus bukan prioritas, dari mana uangnya, malah ada pos anggaran 400 juta hibah kepada badan dan lembaga, aneh lagi sekolahan pada rusak kok bisa ya mengeluarkan dana hibah, ini harus diawasi, ada kepentingan elite tidak, kan ada Lembaga kompeten urus soal hibah bukan dinas Pendidikan,” kata ade dengan nada tinggi.

Kaleidoskop gedung sekolah Lokasi Terdampak Parah yang dihimpun awak media yakni, SDN Nagrak Cikelat Kec. Cisolok, Atap ruang kelas ambruk akibat keropos, genteng hilang, dan kayu rangka atap (kaso/reng) sudah lapuk karena bangunan berusia cukup lama (Akibatnya ruang guru terpaksa dialihfungsikan menjadi ruang kelas untuk siswa. SDN Cikahuripan (Cisolok): Porak-poranda dan dipenuhi lumpur akibat banjir bandang. Dan MTs Miftahul Barokah (Kampung Gempol): Rusak akibat pergeseran tanah, siswa sempat melakukan kegiatan belajar mengajar menggunakan tenda.

Terkini peristiwa ambruknya tiga ruang kelas di SMPN 3 Ciwalat Kec. Pabuaran. menyisakan kerangka kayu patah dan tembok retak. Peristiwa ini terjadi tepatnya, Senin, (30/3) lalu.

Awak media coba meminta konfirmasi Kadis Pendidikan Deden Sumpena, namun karena kesibukannya, kadis dalam waktu dekat akan memberikan klarifikasinya, melalui telepon selular menyampaikan, “ maaf bang kita saling komunikasi saya besok ada tugas lapangan kayaknya padat sampai kamis, kalau ada waktu kita berkabar jum’at ya.” Katanya. (HH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *