Sukabumi, Eradigitalnews.com : Kekecewaan warga akibat tidak ada keberpihakan serta tanggungjawab pemda sukabumi, memberikan perhatian terhadap nasib warga kembali terjadi. Peristiwa ini terjadi terhadap Warga Kampung Cibening, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi.
Pasalnya, jembatan di desa itu yang merupakan akses penghubung warga desa kondisinya rusak parah, dikuatirkan dapat memakan korban.

berulang warga mengajukan permohonan bantuan perbaikan jembatan dilokasi itu, namun tidak digubris. Al hasil warga berinisiatif merevitalisasi jembatan dengan cara swadaya dan gotong royong menggunakan material seadanya.

Dari pantauan awak media warga membangun jembatan secara swadaya pada Rabu (1/4) lalu. Apakah ini menandakan pemda Sukabumi sudah mengabaikan warga atau karena faktor anggaran. Andalan APBD Kabupaten yang minim sudah bukan rahasia umum, dan tidak terbantahkan. di berbagai aktivitas dialog Asep Japar menyampaikan terkait keuangan pemda yang minim, sehingga tidak dapat memperbaiki infrastruktur yang rusak secara menyeluruh.
Warga kampung Cibening, Bantargadung Kecamatan Bantargadung mengumpulkan donasi bahan bangunan dan iuran warga untuk membangun jembatan.

Sejak jembatan ambruk diterjang longsor pada November 2025 lalu, akses vital sepanjang 5 meter yang menghubungkan Kampung Cibening dan Kampung Pasapen tersebut tak kunjung mendapat perhatian dari pemerintah. Meski sudah diminta, bahkan camat dan jajaran pemda Kabupaten sudah melihat kondisi lapangan, tetap saja tidak mendapat perhatian hingga kini, ungkap salah satu warga.
warga mengandalkan donasi material berupa besi beton dan baja ringan. Selain itu, warga juga sepakat mengumpulkan uang secara patungan sebesar Rp50.000 per kepala keluarga.
Terkumpul donasi berupa bahan bangunan, besi beton dan baja ringan. Sementara, uang terkumpul sejumlah Rp 7 juta, digunakan membeli pasir, batu split dan semen. ( Aep, den)













