Duri , Eradigitalnews.com : Aktivitas dugaan mafia solar di Jalan Lintas Kulim–Dumai kembali memantik keresahan. Dari pantauan lapangan, terlihat mobil pelangsir keluar masuk,ada yang membawa jerigen berisi solar subsidi, lalu berhenti di sebuah lokasi yang diduga kuat menjadi titik penyimpanan BBM ilegal.
Warga menyebut aktivitas tersebut sudah berlangsung lama dan nyaris tanpa pengawasan.
“Mobil itu tiap hari lewat, angkut jerigen penuh. Kayaknya sudah rutin,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Solar subsidi yang seharusnya dijual seharga Rp6.800 per liter diduga dialirkan ke pelangsir dan dijual kembali dengan harga lebih tinggi. Aktivitas di lokasi yang tampak seperti gudang singgah semakin menguatkan dugaan adanya jaringan pengumpul BBM di jalur itu.
Modusnya sederhana:
ambil di SPBU –masuk ke tangki siluman – pindah ke jerigen – bawa ke titik aman – dijual di pajang di pinggiran lintas Duri – Dumai dengan harga 300- 330 / jerigen isi 33 liter.
Praktik ini jelas masuk kategori penyalahgunaan BBM bersubsidi sesuai UU Migas, dan merugikan masyarakat yang berhak atas BBM murah.
Warga mendesak penindakan tegas terhadap SPBU yang bermain, mobil pelangsir yang berkeliaran, serta lokasi yang diduga jadi pusat kegiatan mafia solar tersebut.
Bersambung …. (Tim*)













