Banda Aceh, Eradigitalnews.com : Bantuan medis berskala besar dari Malaysia tiba di Aceh pada Sabtu (29/11) pukul 19.00 WIB. Sebanyak 2 juta pieces obat dan alat kesehatan seberat 2 ton 82 kotak. 2000klmendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, menggunakan pesawat kargo khusus dari Kuala Lumpur. Bantuan ini menjadi pengiriman medis internasional pertama yang berhasil masuk ke Aceh pasca-bencana banjir Cyclone Senyar, yang sejak 22 November 2025 menyebabkan kerusakan parah di berbagai wilayah Aceh.
Cyclone Senyar memicu hujan ekstrem lebih dari 400 mm dalam dua hari, menyebabkan banjir bandang dan longsor besar di wilayah Aceh. Data sementara mencatat 47 orang meninggal, 19 hilang, dan puluhan ribuan warga harus mengungsi.
Pengiriman obat-obatan tersebut disalurkan oleh Gomez Medical Services bersama tim kemanusiaan Blue Sky Rescue Malaysia. Bantuan dapat direalisasikan dalam waktu singkat berkat hubungan dekat Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), dengan sejumlah pengusaha farmasi dan medis di Malaysia, yang merespons cepat situasi darurat Aceh.
KPA: Pemerintah Pusat Harus Permudah Semua Akses Bantuan
Juru Bicara Komite Peralihan Aceh (KPA), Bang Jack Libya, menyampaikan apresiasi tinggi atas dukungan medis yang datang dari Malaysia.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Gomez Medical Services, Blue Sky Rescue Malaysia, dan masyarakat malaysia yang telah berdonasi. Solidaritas ini sangat berarti bagi rakyat Aceh di tengah bencana besar Cyclone Senyar,” ujar Bang Jack.
Ia juga meminta Pemerintah Pusat Republik Indonesia untuk memastikan seluruh jalur bantuan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, tidak mengalami hambatan.
“Kami meminta Pemerintah Pusat memberikan dukungan penuh agar semua bantuan internasional masuk ke Aceh tanpa kendala birokrasi, bea cukai, izin penerbangan, maupun hambatan logistik. Dalam kondisi darurat, kecepatan adalah faktor penyelamat nyawa,” tegasnya.
Setibanya di Aceh, bantuan medis tersebut langsung masuk ke sistem distribusi darurat untuk disalurkan ke berbagai daerah yang memerlukannya.
Bantuan tambahan dari beberapa lembaga internasional dilaporkan sedang dalam proses pengiriman dan menunggu izin. Ucap Bang Jack Libya.(Redaksi)













