PEKANBARU, Eradigitalnews.com : kembali lagi mencuat ke permukaan publik, banyak hal janggal yang kini menuai sorotan masyarakat, dari adanya bisnis gelap dibalik jeruji besi sampai adanya dugaan setoran untuk sewa kamar mencapai 100 juta per kamar di Lapas Kelas llA Pekanbaru, bukannya untuk mencopot justru terkesan pilih kasih terhadap Kalapas terdahulu, Ada apa Dengan Kepala Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Provinsi Riau Bapak Maizar ini, Selasa (24/03/2025)
Maizar memberikan klarifikasi atau bantahan seperti mana yang pernah diterbitkan melalui media ini, sebagai bentuk ke tidak mampuan kebijakan keputusan dalam menindak bawahannya,
Hal ini menjadi Perhatian Ketua Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Provinsi Riau , Daniel Saragi SH beliau angkat bicara, terkait maraknya peredaran narkoba di lapas, hingga Oknum Wartawan di OTT saat mengulas adanya “dugaan bisnis dibalik jeruji besi, dan adanya dugaan setoran 100jt per kamar” Justrus Masyarakat di pertontonkan dengan tindakan terbilang mengkrimalisasi terhadap profesi jurnalis.
menurutnya Daniel Saragi SH ini bukan lagi sekedar isu melainkan bisnis sistematik yang terbungkus sangat rapih, tentu isu ini bukan hanya sekali dilapas Kelas llA Gobah pekanbaru.ucapnya
Sebelum nya juga dulu pernah viral di lapas kelas llA pekanbaru terkait narapidana yang bebas mengedarkan Narkoba dari dalam lapas Kelas IIA Pekanbaru, yang kini seolah diredupkan dengan Permintaan maaf dari Kalapas Kelas llA Pekanbaru Yuniarto, Sampai dia melakukan banyak pencitraan seolah telah bekerja dengan baik sebagai jurus ampuh dengan meminta maaf, menurut Saya tidak cukup hanya permintaan maaf perlunya ada evaluasi dari Menteri IMPAS Jendral Agus Andrianto,SIK, MH, ujar Daniel
Dugaan praktik penipuan daring (lodes) dan peredaran narkoba yang dikendalikan dari dalam balik jeruji Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru Hingga Kini aktivitas ilegal itu disebut-sebut masih berjalan mulus, seolah tak tersentuh hukum pengawasan di nilai gagal dalam melakukan upaya pemberantasan narkoba dari dalam lapas.
Dari aktivitas haram tersebut, beredar kabar perputaran uang mencapai ratusan juta rupiah per hari. Bisnis ini membentuk sistematik gelap yang sulit diberantas, bahkan disebut melibatkan napi-napi kepercayaan dan Oknum petugas.
Daniel Saragi mendesak kepada Menteri Impas bapak jenderal andrianto segera mengambil sikap tegas juga kepada kepala kanwil Ditjenpas Riau Maizar dan kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru Yuniarto yang dinilai gagal dalam menjalankan tugas dan fungsinya untuk menertibkan peredaran narkoba di balik jeruji besi, ucap ketua Pemuda Lira Provinsi Riau Daniel Saragi. SH
Bukan hanya gagal justru pihak lapas kelas llA pekanbaru melakukan pengancam terhadap jusnalis, tentu hal tersebut tidak memiliki nilai moral sebagai pejabat publik, hal ini sangat disesalkan,
Daniel juga menambah pihaknya akan mengirim surat resmi kepada Menteri impas bapak jenderal andrianto,SIk terkait hal tersebut, Tegas daniel saragi saat diwawancarai di hotel primere di sudirman kota Pekanbaru
Melalui Ketua Pemuda LIRA Riau sudah mengkomfirmasi terkait hal tersebut dengan melalui humas Lapas Kelas IIa pekanbaru, Beliau menjawab saya sudah tidak menjadi humas lagi pak,ujarnya
Sampai berita ini diterbitkan Ketua Pemuda Lira Riau masih mencoba mengkomfirmasi kepada pihak pihak terkait,(Redaksi)













