banner 728x250

Dugaan Skandal Oknum Lurah, Yang bikin Heboh dunia jagad Maya !!!

Jakarta, Eradigitalnews.com : Dugaan skandal perselingkuhan Oknum Lurah Kwitang bikin geger dunia jagad maya, di salah satu hotel daerah Jakarta pusat, seorang lelaki berinisial RPB yang masih mempunyai seorang istri sah, memasuki salah satu  kamar hotel dengan seorang wanita berinisial Y yang juga PNS yang kini menuai sorotan publik , Minggu (28/09/2025).

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (24/09/2025) di salah satu hotel di kawasan Jakarta Pusat, Kecamatan Cempaka Putih, yang lebih  dikenal kalangan masyarakat Hotel Transit.

Dalam sebuah peristiwa yang menghebohkan tersebut. Oknum berinisial RPB diduga berprofesi sebagai Lurah Kwitang yang bertempat tinggal di Perumahan Darmawangsa Bekasi, Kota Bekasi. Yang di identifikasi Bpk RPB, diduga terlibat dalam Skandal perselingkuhan dengan seorang Wanita berinisial Y yang yang juga oknum PNS. Wanita berinisial Y bertempat tinggal di jl. Taman Wisma Asri, Kota Bekasi

Berdasarkan Informasi yang diperoleh tim investigasi awak media dilapangan, diduga sepasangan kekasih yang Dugaa kuat melakukan perselingkuhan, RPB dan Y terlihat meninggalkan hotel bersama-sama sekitar pukul 20:15 wib (24/09/2025) menggunakan mobil BYD M6 dengan nomor polisi B 173* KNQ, Yang mencolok adalah fakta bahwa Ibu Y bukanlah istri sah Bpk RPB. Setelah itu, Bpk RPB mengantar Ibu Y menuju kediaman rumahnya di Jl. Taman Wisma Asri, Kota bekasi.

Di sisi lain, ketika tim investigasi awak media mencoba menginformasi aktivitas tersebut kepada Bpk RPB, ia tampak tidak memberikan perhatian terhadap awak media.

“Perlu ketahui bahwa perihal tersebut tidak dibenarkan” dan berdampak buruk dimata masyarakat yang mana RPB adalah pejabat publik yang harus memberikan contoh baik untuk masyarakat, bukan membawa wanita kedalam hotel,

Berita ini akan mengalami perubahan apabila BPK RPB, dan ibuk berinsial Y melakukan klarifikasi/ Hak jawabnya sesuai dengan peraturan UU pers, terkait pemberitaan yang telah terbit, agar pemberitaan selanjutnya lebih berimbang dan tidak tendensius.

Bersambung ….. (TIM*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *