Sukabumi, Eradigitalnews.com : Berdasarkan data Dinas PU, total panjang jalan Kabupaten Sukabumi saat ini mencapai 1.424,36 kilometer. Dari total tersebut terdapat kondisi jalan dalam kategori rusak berat sedikitnya mencapai 36,63 % sepanjang 507,48 km. Sementara untuk kategori sedang dan ringan tercatat sepanjang 344,72 km.Selasa (03/02/2026)
Keseriusan Pemerintah daerah Sukabumi sangat ditunggu masyarakat, dibawah kepemimpinan Bupati Sukabumi Drs. H. Asep Japar,M.M.
Dari total jalan yang perlu diperbaiki dinas PU diharapkan dapat sesegera mungkin melakukan penanganan serius untuk perbaikannya.
APBD kab. Sukabumi tahun 2026 senilai Rp. 4,065 triliun, berdasarkan analisa kebutuhan diperkirakan mencapai Rp.2,2 triliun untuk semua jalan di kabupaten Sukabumi.
Perlu juga diperhatikan dinas teknis terkait dalam melakukan perbaikan jalan, agar tidak melakukan pemborosan anggaran hendaknya dilakukan analisa atau kajian Jangan sampai selain boros manfaatnya hanya sebentar dirasakan masyarakat, Ungkap Agus (42) warga Sindangsari . pria ini menyampaikan ‘coba liat jln Raya Pakuwon yang disekitar perkebunan Balitri,
tidak ada saluran air. Kalau hujan deras sudah pasti air tergenang lama dibadan jalan, akibarnya ya liat sendiri rusak, kondisinya seperti kubangan sawah. Katanya.

Ditambahkannya. Selain itu penerangan jalan juga tidak ada di area lintas perkebunan Balitri itu.
ANGGARAN PROVINSI
Sumber dana Perbaikan infrastruktur jalan di kabupaten Sukabumi juga dipasok dari APBD Provinsi Jawa Barat. Catatan awak media saat pemaparan APBD Prov. Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan, untuk perbaikan jalan provinsi, yang berada di kabupaten dan kota Pemerintah Provinsi Jawa Barat senilai Rp.4,8 triliun. Dengan dana yang cukup besar itu, menurut KDM akan meningkatkan capaian sebesar 90% hingga 95% .
Diluar jalan provinsi Pemprov Jabar juga menyiapkan alokasi bantuan keuangan (bankeu) yang substansial (diproyeksikan sekitar Rp600 miliar untuk berbagai kabupaten/kota di Jabar) guna membantu perbaikan jalan non-provinsi (jalan kabupaten).
MAHASISWA SOROTI KINERJA PU
Mahasiswa soroti kinerja Dinas Pekerjaan Umum Kab. Sukabumi dan Bina Marga Penataan Ruang (BMPR) Prov Jabar. Dengan melakukan Aksi penggerudukan beberapa waktu lalu (13/2) di Kantor UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah II Sukabumi, Dinas Bina Marga Penataan Ruang (BMPR).
Mereka tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) se-Nusantara Daerah Sukabumi.
Aksi tersebut menjadi lanjutan dari gerakan sebelumnya, dengan tajuk Evaluasi Kinerja UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah II Sukabumi.
Koordinator BEM PTNU Sukabumi Raya, Aceng Supyan, menyampaikan masih banyak ruas jalan provinsi yang mengalami kerusakan cukup lama tanpa penanganan maksimal.
Selain itu, mahasiswa juga mempertanyakan kualitas pekerjaan yang dianggap belum memenuhi standar teknis. Dilansir beberapa sumber terupdate
Praduga adanya intrik para pejabat melakukan perbuatan kotor dengan meloloskan perusahaan kontraktor yang bermasalah sebagai pelaksana mengerjakan proyek hajatan Masyarakat Sukabumi.
Mahasiswa menilai masih ada perusahaan yang tetap memperoleh pekerjaan meski sudah memiliki catatan temuan dari BPK.
Proyek ruas Jampang Tengah – Kiaradua dengan nilai kontrak sekitar Rp.50 miliar pun ikut menjadi perhatian, fakta dan kondisi lapangan memperkuat kecurigaan adanya konflik kepentingan dan buruknya manajemen pengawasan,” tegasnya.
PASAR PARUNGKUDA DAN CIBADAK
Hasil penelusuran dan catatan awak media Bupati Asep Japar meski memiliki jenjang karir yang baik dipemerintahan kabupaten Sukabumi, tidak lantas tidak pernah tersandung masalah.
Dugaan itu terkait Pembongkaran Pasar Parungkuda dan Cibadak, yang merupakan aset pemda Sukabumi.
Ketika itu Asep Japar menjabat kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan masa bakti 2009 – 2019. Untuk masalah ini awak media akan meminta kkarifikasi kepada Bupati dalam waktu dekat. (Kapwil. Sukabumi/Tim)













