banner 728x250

AKP Asdisyah Mursyid, SH Gelar Sosialisasi Green Policing di Ponpes Almadania Koto Tibun

Kampar, Eradigitalnews.com : Kapolsek Kampar AKP Asdisyah Mursyid, SH melaksanakan kegiatan Green Policing di Pondok Pesantren Almadania, Desa Koto Tibun, kegiatan ini yang berlangsung dari jam 09.00 sampai 10.30 wib pada hari Senin (3/11/2025).

Kegiatan tersebut disambut antusias oleh pimpinan pondok, para guru, wali santri, serta 611 santri dan santriwati yang turut hadir.

Dalam sambutannya, AKP Asdisyah menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan dapat bersilaturahmi langsung dengan keluarga besar Pondok Pesantren Almadania.
“Alhamdulillah, suatu kebanggaan bagi saya bisa berdiri di sini, bersilaturahmi dengan pimpinan yayasan, para tenaga pendidik, pengasuh, orang tua wali santri, serta anak-anak santri dan santriwati yang saya cintai dan banggakan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan tujuan kedatangannya di pesantren tersebut.
“Yang pertama tentu untuk bersilaturahmi. Kedua, memberikan sosialisasi dan edukasi mengenai program pimpinan kami, Bapak Kapolda Riau, yaitu Green Policing. Dan yang ketiga, memberikan motivasi kepada para santri dan santriwati agar semangat menimba ilmu,” tutur Asdisyah.

Menurutnya, Green Policing adalah konsep pelestarian lingkungan hidup yang mengajarkan pentingnya menjaga dan melindungi alam ciptaan Tuhan.
“Riau ini termasuk wilayah yang sering menjadi pengekspor asap, akibat ulah manusia yang menebang hutan dan membuka lahan dengan cara membakar. Karena itu, saya ingin memperkenalkan konsep Green Policing agar kita bersama bisa menjaga kelestarian lingkungan,” jelasnya.

Dalam penyampaian materinya, Kapolsek Kampar mengangkat filosofi “Makna dari Sebuah Tunas”.
“Para santri-santriwati ini adalah tunas bangsa. Tunas yang ditanam dengan kasih sayang dan perhatian akan tumbuh menjadi pohon besar yang kokoh, rimbun, dan bermanfaat bagi banyak orang,” ujarnya memberi motivasi.
Ia menekankan pentingnya menanam nilai jujur, disiplin, dan bersih hati dalam diri setiap santri agar tumbuh menjadi pribadi berakhlak mulia.

Kepada para wali santri, AKP Asdisyah juga berpesan agar mempercayai proses pendidikan di pesantren.
“Kalau anak-anak kita ditegur karena pelanggaran, jangan langsung percaya begitu saja laporan dari satu sisi. Coba cari tahu kebenarannya agar tidak terjadi salah paham,” imbaunya.

Selain itu, ia mengingatkan para santri agar menjauhi perilaku negatif seperti bullying, mengejek teman, maupun mengambil barang milik orang lain.
“Mari tumbuhkan rasa empati dan peduli, baik kepada teman maupun lingkungan sekitar,” pesannya.

Sebagai penutup kegiatan, AKP Asdisyah mengajak seluruh peserta untuk menanam tunas atau bibit pohon di lingkungan pesantren.
“Harapannya, pohon ini tumbuh besar dan rindang seperti halnya masa depan anak-anak kita yang menjadi generasi penerus bangsa,” ungkapnya.

Kegiatan berlangsung hangat dan penuh makna. Di akhir acara dengan mengajak seluruh peserta untuk tanya jawab,dan bagi siapa yang dapat menjawab akan diberi hadiah.AKP Asdisyah menutup dengan pantun khas Melayu:

“Jika ada sumur di ladang, bolehlah kita menumpang mandi.
Jika diberi umur panjang, bolehlah kita berjumpa lagi.”

“Melindungi tuah, menjaga marwah. Salam Presisi, Salam Lestari,” pungkasnya.(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *