banner 728x250

Pimred Cakrarepublik.com Bongkar Dugaan Pencatutan Identitas, Ada Oknum Nakal Catut Nama Anggota Kodam XIX Tuanku Tambusai, Sekarang Clear!

PEKANBARU, Eradigitalnews.com :  Kasus pencatutan identitas yang menimpa Pemimpin Redaksi media online Cakrarepublik.com, Masdi, kini mulai menemukan titik terang. Setelah sebelumnya oknum tidak bertanggung jawab menggunakan identitas pribadi Masdi untuk meminta sejumlah uang kepada relasi dan mitra kerja, belakangan diketahui aksi tersebut juga menyeret nama institusi Kodam XIX Tuanku Tambusai. Selasa 22 Juni 2026.

Masdi menegaskan bahwa tindakan oknum tersebut bukan hanya merugikan dirinya secara pribadi, namun juga telah mencoreng nama baik institusi Kodam XIX Tuanku Tambusai beserta jajaran.

Menurut Masdi, beredarnya narasi liar yang mencoba mengaitkan institusi Kodam XIX Tuanku Tambusai dengan dugaan aktivitas ilegal logging merupakan bentuk penyalahgunaan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Anggota Kodam XIX Tuanku Tambusai inisial Dv merasa dirugikan dan dia sama sekali tidak terlibat ilegal logging, adapun nomor rekening yang digunakan pelaku dalam aksi dugaan penipuan tersebut yakni rekening Bank BRI nomor 336801036831535 atas nama Juwita Sari dan rekening Bank BRI nomor 540501018763530 atas nama Minal Rizki.

“Dengan adanya klarifikasi ini, saya tegaskan bahwa pihak Kodam XIX Tuanku Tambusai sama sekali tidak terlibat dalam kegiatan ilegal logging di manapun. Informasi yang beredar sebelumnya diduga merupakan bagian dari skenario oknum untuk memanfaatkan situasi demi kepentingan pribadi,” ujar Masdi, Senin (22/6/2026).

Ia menjelaskan, modus pelaku dengan mencatut identitas dirinya serta membawa-bawa nama institusi tertentu diduga sengaja dilakukan untuk membangun kepercayaan korban dan memperkuat narasi palsu.

Masdi menilai tindakan tersebut sangat merugikan banyak pihak, terutama karena dapat menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat terhadap institusi negara.

“Kodam XIX Tuanku Tambusai bersih dan tidak ada kaitannya dengan aktivitas ilegal sebagaimana isu yang sempat berkembang. Justru oknum inilah yang telah merusak citra institusi dengan memanfaatkan nama besar Kodam untuk kepentingan penipuan,” tegasnya.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi sepihak, terutama yang disampaikan melalui nomor atau akun yang tidak resmi.

Masdi berharap aparat penegak hukum dapat segera mengusut tuntas pelaku pencatutan identitas tersebut, termasuk menelusuri motif dan pihak-pihak yang mungkin terlibat di belakangnya.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima, khususnya yang mengatasnamakan individu maupun institusi resmi, agar tidak menjadi korban penipuan ataupun penyebaran informasi menyesatkan.

(Wahyu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *