banner 728x250

Premanisme Berkedok Debt Collector Kembali Meresahkan Masyarakat Kota Pekanbaru, Pernyataan Tegas Wakapolda Riau Diuji !!!

Pekanbaru, Eradigitalnews.com : Aksi yang diduga premanisme berkedok debt collector kembali menggemparkan masyarakat Kota Pekanbaru, khsusunya diwilayah Riau, Seorang pria menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang saat berada di sebuah kedai kopi di Jalan Belimbing, Sabtu 25 April 2026.

Peristiwa tersebut diduga terjadi saat kelompok yang mengatasnamakan penagih kendaraan melakukan upaya penarikan satu unit mobil milik korban. Namun, proses penarikan yang seharusnya mengikuti aturan justru berujung pada tindakan kekerasan.

Dari informasi yang dihimpun, korban dikeroyok oleh beberapa orang hingga mengalami luka serius di bagian kepala dan tubuh. Dalam dokumentasi yang beredar, korban terlihat dengan kepala diperban serta pakaian yang dipenuhi bercak darah.

“Awalnya hanya penarikan kendaraan, tapi tiba-tiba terjadi keributan dan korban langsung dikeroyok,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Yang menjadi perhatian, dalam video yang beredar luas di masyarakat, muncul dugaan adanya keterlibatan seorang oknum aparat aktif. Namun hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai kebenaran informasi tersebut.

Hal ini menuai sorotan, pernyataan  Tegas Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi Kejadian ini memicu kecaman dari masyarakat. Praktik penarikan kendaraan oleh debt collector yang disertai kekerasan dinilai semakin meresahkan dan melanggar hukum.

“Sudah jelas aturannya. Kreditur tidak serta-merta bisa melakukan perampasan objek jaminan. Kalau diambil secara paksa, itu pidana. Kalau masih terjadi, berarti polisinya tidak paham hukum,” ujarnya.

Penegasan itu disampaikan Brigjen Hengki saat memimpin apel di Mapolda Riau, Rabu (21/1/2026)

Wakapolda Riau pun memerintahkan seluruh jajaran untuk menindak tegas, melakukan rilis resmi ke publik, serta memberikan edukasi hukum kepada masyarakat agar menimbulkan efek jera.

Masyarakat mendesak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan dan mengusut tuntas kasus ini, termasuk menelusuri dugaan keterlibatan pihak-pihak lain.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi terkait kronologi lengkap maupun pihak yang telah diamankan. (Redaksi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *