Sukabumi, Eradigitalnews.com : Belum selesai masalah penanganan infrastruktur jalan di kabupaten Sukabumi, dengan keterbatasan anggaran, kini menghadapi persoalan baiknya harga material aspal curah dan kemasan melonjak drastis.
Kebaikan harga ini berdasarkan sumber media ini disebabkan konflik timur tengah yang hingga kini masih berlangsung. Diperkirakan kenaikan harga mencapai 20-30 persen atau lebih Rp. 11.000/kg per April 2026.
Tentu ini berakibat biaya proyek infrastruktur melonjak, akibatnya akan terjadi beberpa penundaan pelaksanaan pekerjaan jalan, dan menghitung ulang biaya anggaran pelaksanaan di RAB ( Rencana Anggaran Biaya ) yang menjadi dasar hitungan biaya pelaksanaan.
Konflik geopolitik di timur Tengah mengganggu pasokan, mendorong harga bahan baku aspal naik secara global.
Beberapa sumber media ini, aspal curah di Refinery Unit IV Cilacap melambung menjadi Rp11.565 per kilogram dari sebelumnya sekitar Rp9.400.
Kenaikan ini memicu kekhawatiran kontraktor akan kerugian. Akibatnya, beberapa pengerjaan proyek jalan di daerah, seperti di Sukabumi dan Ponorogo, mengalami penundaan sementara atau penyesuaian volume akibat penyesuaian anggaran.
Dinas Pekerjaan Umum (PU) di beberapa daerah tengah mengkaji ulang hitungan anggaran proyek agar sesuai dengan standar harga satuan (SHS) terbaru, berpotensi mengurangi target perbaikan jalan.
Bahkan, tidak tertutup kemungkinan tambal sulam atau pengurangan kegiatan proyek infrastruktur yang telah dialokasikan. Menanggapi ini Gery (51) warga pangadegan desa Sundawenang parungkuda Sukabumi, kepada awak media mengatakan. “harga naik anggaran yang sudah ada jangan dicoret, masyarakat sudah lelah menunggu jalan rusak diperbaiki segera, coret yang sifatnya tidak mendesak, seperti kegiatan rapat rapat, seremonial yang tidak penting. “ sabtu (18/4).
Diketahui kini DPU Kabupaten Sukabumi, sedang melakukan perhitungan ulang HPS (Harga Perkiraan Sendiri) Aspal dan Beton. Sehingga kontraktor sebagai pelaksana tidak mengalami kerugian. (Hendri Hasibuan)













