Sukabumi, Eradigitalnews.com : Mahasiswa yang tergabung kedalam aliansi Mahasiswa Sukabumi Raya kembali melakukan unjuk rasa damai, mereka menyuarakan kritik terkait kinerja Bupati Asep Japar. Tuntutan yang mereka sampaikan adalah tentang efesiensi anggaran, infrastruktur jalan, pendidikan, kesehatan, pertanian.
Dalam Aksi didepan pendopo Palabuhanratu Rabu (4/3) orator bersuara lantang meski sedang menjalankan puasa Ramadhan. Diterik panas orator menyampaikan tentang masih banyaknya pengalokasian anggaran untuk biaya honorarium. Katanya ‘ malah ada satu tim yang dikeluarkan tanpa tujuan yang jelas malah menyerap honorarium, ‘ pungkasnya. Terkait honorarium tersebut sesuai dengan UU No.1 tahun 2022 tantang hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Menurutnya, dalam aturan itu untuk anggaran honorarium hanya bisa menyerap 30% dari APBD. ‘kita belum tahu sudah sejauh mana proses penurunan, dimana memang sejak undang undang itu disahkan kita diberi waktu 5 tahun untuk melakukan reformasi birokrasi. Dimana untuk menurunkan angka honorarium ke angka 30%. Namun hingga saat ini nampaknya belum ada kawan kawan upaya untuk menurunkan atau reformasi birokrasi tersebut. Karena malah membuat tim yang tidak jelas’ teriaknya dengan lantang.
Terkait Pendidikan dalam orasinya mahasiswa menyoroti banyaknya fasilitas belajar mengajar dikabupaten Sukabumi rusak berat dan sudah tidak layak untuk digunakan.
Dari berbagai sumber awak media mencatat tahun 2025 Dari 1.212 SD yang tersebar di Kabupaten Sukabumi, tercatat ada 8.415 ruang kelas. Sebanyak 3.921 ruang atau sekitar 46,6 persen kini dalam kondisi rusak. Rinciannya, 2.969 ruang rusak sedang dan 952 ruang rusak berat.
Kepada awak media mahasiswa juga menyoroti pembentukan Tim percepatan dan pengendalian pembangunan oleh Bupati diketuai Sekretaris Daerah Ade Suryaman, yang dianggap sebagai dugaan bagi bagi kekuasaan. ‘ jadi kami tidak tahu apa itu landasannya, tiba tiba tim itu dibuat tetapi apa dampaknya juga, jangan sampai pembuatan tim tim yang memang tidak jelas namun tidak ada rasanya dampaknya kepada masyarakat.’ Ketusnya.
Diki Agustina Ketua Umum PC Ikatan Mahasiswa Muhammdadiyah Sukabumi kepada Awak media mengatakan. ‘masyarakat Sukabumi secara menyeluruh belum merasakan apa yang hari ini menjadi pembangunan, perbaikan. Dan hari ini masyarakat kabupaten Sukabumi perlu keluar dari garis kemiskinan dan kesengsaraan yang hari ini mereka alami.’
Dalam aksi itu mahasiswa tidak berhasil menemui Asep Japar. Karena menurut Gun gun Gunardi Asisten administrasi umum sekda kabupaten Sukabumi. Asep Japar sudah terjadwal menghadiri kegiatan muhibah Ramadhan. Hal senada juga disampaikan Sekwan DPRD Kab Sukabumi H. Wawan Gunawan Saputra. ‘ Pa ketua DPRD kita sampaikan memang hari ini sama dengan Bupati.’ Ungkapnya.
Awak media akan menyajikan informasi terkait progres penyerapan APBD pada pos pos dinas terkait tahun 2026. (Kaperwil /Aep)













