banner 728x250

KAMPAK Melayang Karena Cinta di TOLAK, Ketua Bid Pendidikan PWMOI Pekanbaru Mengutuk Keras Aksi Keji Tersebut !!!

Pekanbaru, Eradigitalnews.com : Ketua Bidang Pendidikan Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesian PWMOI Kota Pekanbaru, Desi Novita, C.BJ., C.EJ., mengecam keras aksi pembacokan yang dilakukan oleh Reyhan Mufazar (22) jurusan ilmu hukum angkatan 22 terhadap korban nya bernama Farra diketahui dengan jurusan yang sama di UIN Suska, Kota Pekanbaru. (26/2/2026)

Desi menilai, kekerasan tersebut merupakan aksi keji yang seharusnya tidak patut ada dilingkungan Kampus, apalagi kampus tersebut dikenal sebagai kampus yang menonjol kan nilai nilai keislaman, dan aksi ini tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.

Dan perlu dipahami tindakkan tersebut tidak dibenarkan dengan melakukan pembacokkan, Mungkin juga adanya unsur sakit hati sama korban, karena dimasa yang terbilang umur masih labil ini demi pendapat kan hati pujaannya mau habis habiskan uang jajan atau uang tabungan untuk mengajak korban jalan jalan atau untuk melakukan PDKT untuk mendapatkan hati si korban, namun hal hasil di tolok, Tapi bagaimana pun Saya mengutuk keras aksi keji pembacokan tersebut yang dilakukan Reyhan,”ucap Desi

Dengan kejadian itu, Desi meminta pihak kampus untuk mengambil tindakan tegas. Kegiatan ini tentunya mempermalukan kampus UIN Suska dan menciderai dunia Pendidikan di provinsi Riau khususnya di kota Pekanbaru, pungkas Desi

Saya berharap, kepada pihak kepolisian agar dapat memproses kasus ini dan mengungkap motif dibalik aksi keji ini, serta pelaku diberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya, agar kedepannya tidak ada hal serupa terjadi di areal Kampus, tutupnya.

Dari informasi yang dihimpun oleh media ini, pembacokan terjadi sekitar pukul 07.30 WIB, dan pihak dari kepolisian dalam hal ini Kanit Reskrim Polsek Binawidya, Iptu Santo Morlando, langsung menuju lokasi sekitar pukul 08.00 WIB untuk melakukan penanganan awal serta melakukan olah tempat kejadian perkara, dan petugas memasang garis polisi.

Insiden pembacokan terjadi saat korban berada di ruang sidang munaqasah dan hendak mengikuti seminar proposal. Saat itu, korban dan pelaku disebut tengah menunggu kehadiran dosen penguji.

Dugaan sementara, aksi kekerasan tersebut dipicu persoalan pribadi. Pelaku disebut pernah menjalin hubungan dengan korban dan diduga sakit hati karena ditolak cintanya.

Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan mendalami motif pelaku dan pelaku sudah diamankan oleh pihak kepolisian.

(Tim*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *