Pekanbaru, Eradigitalnews.com : Pengurus Besar (PB) Masyarakat Riau Bersatu (MRB) sudah mulai gerah dan bosan melihat kinerja Maizar selaku Kepala Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Provinsi Riau yang selalu membuat rusak citra Provinsi Riau.
Setiap ada temuan Narkoba di Lapas atau Rutan yang ada di Provinsi Riau, Maizar kerap kali melakukan pencitraan dengan cara melakukan razia/ Sidak di Lapas atau Rutan. Terkadang Maizar juga melakukan sebuah canter (bantahan) melalui beberapa media online yang diduga sudah bermitra dengannya. Sabtu (14/2/2026)
Terkait hal tersebut, Ketum PB MRB Ari Melayu merasa sangat kesal dan kecewa dengan kinerja Maizar selama menjadi Kepala Kanwil Ditjen Pemasyarakat Provinsi Riau.
Selama Maizar menjabat di Riau sudah sangat banyak kegagalan yang dilakukan Maizar dalam pengawasan Rutan dan Lapas, tegas Ari.
Contoh, kaburnya Napi di Rutan Siak yang sampai saat ini masih belum di temukan keberadaannya dan beberapa kali polisi menangkap bandar narkoba, selalu bandar menyebutkan barang haram yang dia dapat dari Napi di Lapas dan Rutan.
Menurut informasi, beberapa waktu yang lalu Polresta Pekanbaru menangkap bandar narkoba, ternyata di kendalikan oleh Napi Lapas kelas IIA Pekanbaru, Bareskrim Mabes Polri juga menangkap bandar Narkoba di Riau, tersangka menyebutkan bahwa barang haram tersebut didapatnya dari Napi di salah satu Rutan yang ada di Riau.
Informasi lain menyebutkan bahwa beberapa bulan yang jajaran Polda Riau menangkap bandar Narkoba, lagi -lagi sang bandar menyebutkan juga dapatnya dari Napi di Lapas kelas IIA Pekanbaru.
Sudah sangat banyak kasus di Riau ini, Tapi kenapa Menteri Imipas Jenderal Agus Andrianto tidak berani mencopot Maizar
Ada Apa ?
Kami menduga adanya “main mata” atau terlalu besar “setoran” Maizar kepusat, hingga Menteri Imipas pun tidak berani mencopotnya.
Dizaman keterbukaan sekarang, jangan sampai kami bersurat ke Presiden Prabowo Subianto, baru pak Menteri berani mencopot Maizar.
(Redaksi)













