banner 728x250

GAWAT !!! Merugikan Masyarakat, BBM Tercampur Air, Kendaraan Mogok Usai Isi Pertalite di SPBU No. 14.293.637 Desa Petai/ Koto Baru, Kec. Singingi Hilir, Kab. Kuansing, sanksi pertamina dalam perjalanan .

Kuantan Singingi, Eradigitalnews.com : Stasiun pengisian bahan bakar minyak di SPBU  No. 14.293.637 Desa Petai/ Koto Baru, Kec. Singingi Hilir, Kab. Kuansing , diduga tercampur dengan air, BBM jenis pertalite yang diketahui dikirim oleh pertamina menuai sorotan publik. Minggu (11/01/2026)

Statsiun Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite maupun Pertamax tersebut sebagai bagian dari upaya memastikan keamanan dan mutu produk usai kini ramai dikeluhkan konsumen.

Beberapa pengendara sepeda motor mengaku mesin kendaraannya tersendat, brebet, bahkan mati mendadak tidak lama setelah pengisian Pertalite. Kondisi ini menimbulkan kecurigaan adanya kualitas BBM yang tidak sesuai standar, diduga akibat tercampur air atau zat lain.

BBM berjenis pertalite yang dikirim oleh pihak pertamina  diduga bercampur dengan air, BBM jenis pertalite yang diduga tercampur air diketahui saat para konsumen melakukan pengisian BBM di stasiun bahan bakar minya di SPBU No. 14.293.637 Desa Petai/ Koto Baru, Kec. Singingi Hilir, Kab. Kuansing dikendarainya,

Salah seorang warga menyebutkan, setelah mengisi Pertalite, motornya sulit dihidupkan dan mengeluarkan suara tidak normal. “Awalnya saya kira kerusakan mesin biasa, tapi setelah dicek bengkel, katanya bensin bercampur air,” ungkapnya.

Sejumlah bengkel di sekitar lokasi juga mengaku menerima keluhan serupa dari pelanggan dalam beberapa hari terakhir. Kerusakan yang dialami umumnya pada sistem pembakaran dan injeksi bahan bakar, yang diduga kuat dipicu oleh kualitas BBM yang tidak layak pakai.

Masyarakat pun berharap pihak berwenang segera turun tangan untuk melakukan pengecekan dan penelusuran lebih lanjut. Jika benar terjadi praktik pengoplosan atau kelalaian dalam penyimpanan BBM, hal tersebut dinilai sangat merugikan konsumen.

Selain berdampak pada kendaraan, dugaan peredaran BBM oplosan ini juga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Warga khawatir kejadian serupa kembali terulang dan meluas ke wilayah lain apabila tidak segera ditangani secara serius.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengencer yang diduga menjadi lokasi peredaran Pertalite bermasalah tersebut. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan oleh awak media untuk mendapatkan penjelasan yang berimbang.

dugaan Pertalite oplosan bercampur air ini diharapkan menjadi perhatian bersama, baik pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum, guna melindungi konsumen serta menjaga kualitas distribusi BBM di wilayah Kota kuansing dan sekitarnya.

Diketahui bahwa manajer SPBU 14.293.637 yang bernama Leni dan pengawasan SPBU yang bernama Fajri, harus bertanggungjawab atas kelalaiannya tersebut.

Sementara itu terkait penyebab kontaminasi, tim investigasi awak media ini belum mendapatkan klarifikasi ataupun Konfirmasi dari pihak SPBU 14.293.637, apakah ada unsur kesengajaan atau tidak.

Awak media ini belum mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak SPBU, sampai berita ini diterbitkan. Berita ini akan mengalami perubahan apabila pihak SPBU sudah melakukan klarifikasi nya, agar pemberitaan yang telah kami terbitkan lebih berimbang dan tidak tendensius.

bersambung … (TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *