banner 728x250

Gibran Center Sulsel Soroti Gagalnya Pengawasan Dinas Pendidikan Makassar!, SDN 1 Daya Jadi Buktinya Kegagalan Sistemik?

Makassar, Eradigitalnews.com : Kinerja Dinas Pendidikan Kota Makassar kembali menjadi sorotan tajam. Ketua Gibran Center Sulawesi Selatan, Taufik Hidayat, menilai lemahnya pengawasan dan pembinaan terhadap sekolah dasar telah mencederai semangat program prioritas nasional. Senin (04/08/2025).

SDN Daya 1 Makassar disebut sebagai potret nyata dari kegagalan birokrasi lokal dalam menjalankan mandat Presiden dan Wakil Presiden.

“Ini bukan sekadar keluhan orang tua, tapi alarm keras tentang bobroknya pengawasan pendidikan dasar di Makassar. SDN Daya 1 hanya satu dari sekian banyak sekolah yang terabaikan,” ujar Taufik, Minggu (4/8/2025).

Orang tua siswa mengeluhkan ketidakjelasan program makan bergizi gratis, buruknya sanitasi, dan kondisi ruang kelas yang nyaris ambruk. Padahal, program makan gratis adalah janji Presiden Prabowo Subianto kepada rakyat sebagai bagian dari strategi pembangunan manusia Indonesia yang sehat dan cerdas.

“Presiden sudah jelas. Anak-anak Indonesia wajib mendapat makan siang bergizi gratis setiap hari sekolah. Ini perintah negara,” kutip Taufik dari pidato Presiden Prabowo, Jakarta, 24 Mei 2024.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bahkan menegaskan bahwa makan siang gratis bukan hanya janji politik, melainkan sistem keberpihakan terhadap masa depan anak bangsa.

“Ini soal masa depan Indonesia,” tegas Wapres Gibran dalam forum pendidikan nasional di Solo, Februari 2025.

Namun, realitas di SDN Daya 1 justru menunjukkan kontras tajam. Banyak siswa masih diminta membawa bekal sendiri, kebersihan sekolah buruk, dan bangunan kelas membahayakan keselamatan anak. Gibran Center menyebut hal ini sebagai bentuk kelalaian struktural yang tidak bisa dibiarkan.

“Kalau anak-anak masih belajar dalam kondisi jorok, makan dari rumah karena belum ada kepastian program, bahkan nyawa mereka terancam karena ruang kelas nyaris ambruk—untuk apa anggaran pendidikan digelontorkan tiap tahun?” sindir Taufik.

Menanggapi kritik ini, Kepala SDN Daya 1, Adriani Abdullah, dalam surat klarifikasi resmi menyebut pihak sekolah telah menandatangani kerja sama dengan penyedia makan gratis dan menunggu realisasi secepatnya.

Ia juga menyatakan bahwa himbauan membawa bekal hanya bersifat sementara dan ditujukan kepada orang tua yang mampu.

Adriani menambahkan bahwa sekolah telah menerima bantuan empat unit toilet dari Pemkot Makassar dan mengajukan proposal rehabilitasi gedung.

Gedung lama yang dianggap rawan roboh telah masuk daftar prioritas Dinas Pendidikan untuk dibongkar dan dibangun ulang.

Meski demikian, Gibran Center menilai tanggapan tersebut belum menjawab akar masalah, lemahnya tanggung jawab Dinas Pendidikan sebagai otoritas pengendali mutu layanan pendidikan.

“Jika kepala dinas tidak mampu mengawal pelaksanaan visi Presiden dan Wakil Presiden, maka ia telah gagal menjalankan fungsi negara di tingkat daerah,” tegas Taufik.

Taufik menambahkan, Ia akan Bersurat kepada Wakil Presiden untuk di tindak lanjuti oleh Walikota Makassar agar kepala dinas di copot dari  jabatannya agar tidak kembali terjadi kasus serupa dikota makassar (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *